Posted on November 21, 2008 by apulnababan
Tulisan ini merupakan sari dari seminar tentang pengembangan perkotaan yang aku ikuti kemarin.
Apa yang ada di benak anda ketika makan siang di warung kaki lima? Pasti sebagian besar kita pernah makan siang di tempat murah meriah tersebut. Apalagi dalam sebulan tidak ada jaminan uang saku atau gaji kita tetap utuh, jadi ada saat-saat dimana kita lebih memilih makan di warung kaki lima dibanding foodcourt misalnya.
Di satu sisi, Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Leave a Comment »
Posted on Oktober 30, 2008 by apulnababan
There was a shocking moment in my life related to my english skill. When I had to write a preliminary proposal in english, I found that until that day, I never write even one page in english.
Imagine that, a master degree holder, a professional in public policy who have read several books or journals related to urban planning (mostly in english), actually never write in that international language.
Considering that, I made up my mind and think to make few steps to solve it.
Firstly, I have to speak english more often, at least in entire my colleagues
Secondly, I take an english course, actually an academic writing course in Aminef, starting from this weekend.
Thirdly, I have to study harder in order to increase my TOEFL test score…(you don’t need to know what it is).
Forthly, I have to read more english literature, include to change my bookmark favourite websites from Indonesian like detik, kompas etc. to other that are written in english.
Lastly, I will try to write more entries for this blog in english.
I hope those steps could increase my english skill. Sometimes you have to push yourself for something that maybe, I said, maybe could change your life forever…
So write it in english…
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Agustus 15, 2008 by apulnababan
ya…30 tahun…
Aku harus mengutip lagu Bang Iwan Fals: satu-satu, dari album paling kontemplatifnya yang sangat aku gemari hingga kini..
Satu-satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | 1 Komentar »
Posted on Juli 4, 2008 by apulnababan
D – 3
Masih santai…termotivasi kenangan waktu pacaran dulu, aku dan istri memutuskan untuk jjs di monas. Melihat turis lokal antri naik monas dan kebetulan menjadi transit bagi yang mau menjelajah ke PRJ. Ngga ada keluhan sepanjang jalan, malah kami masih sempat-sempatnya melahap paket delight di pizza hut atrium. Ucapan dokter SpoG kami yang mengatakan,”rasanya kita masih ketemu lagi jumat depan”, sungguh menenangkan…berarti masih ada waktu seminggu sebelum d-day.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | Ditandai: selanjutnya | 1 Komentar »
Posted on Mei 16, 2008 by apulnababan
Biar aku jelaskan dulu posisiku menulis saat ini.
Bayangkan, lobi suatu hotel di pusat kota Medan dengan fasilitas WIFI yang meski koneksinya lemah namun lumayan cepat. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | Leave a Comment »
Posted on Februari 26, 2008 by apulnababan
Tulisan berikut ini adalah ‘tugas praktek’ sebagai dampak menonton Finding Forrester tadi pagi sampai jam 4. – silahkan simak…lompatan per topiknya mengalir tanpa persiapan…seperti yang ditekankan filemnya…penulisan pertama menggunakan hati, penulisan kembali menggunakan logika.
Inilah buktinya:
Genius without education is like silver in the mine..Banjamin Franklin
..but in this world nothing is certain but death and taxes ..Benjamin Franklin
Aku sangat terganggu dengan isu pendidikan yang dilontarkan Bro Natal…ITB membayar mahasiswanya yang miskin..? Apa benar..? Sekarang ramai kampanye Pilkada dengan tagline kampanye: pendidikan gratis, kesehatan gratis, meski dengan tanda bintang *) : untuk wajib belajar 9 tahun, dan masyarakat dengan kartu miskin.Apa benar?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Posted on Januari 21, 2008 by apulnababan
“Yang paling penting bagi setiap pengarang ialah jiwanya sendiri...”
(John Cowper Powys)
Entah siapa gerangan Mr. Powys di atas (perlu disearch dulu), tetapi ini sangat penting dan logis. Apa jadinya jika seorang penulis tidak akrab dengan jiwanya? Atau jika seorang penulis tidak mengenal jiwanya? Mungkin hasil tulisannya hanya menjadin untaian kata-kata tidak bermakna, tidak berarti atau mungkin hanya coretan-coretan tidak berpola.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 4 Komentar »
Posted on November 22, 2007 by apulnababan
It’s an old song, sounds like another black heavy metal ones but not.
Few years ago, I dreamt of the moment that told by the song, and it’s happening now. It’s a miracle, you don’t have to search a miracle around the world, sometimes the miracle is happening to you.
And trust me, it makes you wanna shout sometime. In a joyful heart.
Thanks Lord.
—————–
“With Arms Wide Open” – Creed
Well I just heard the news today
It seems my life is going to change
I closed my eyes, begin to pray
Then tears of joy stream down my face
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | Leave a Comment »
Posted on November 22, 2007 by apulnababan

Hidup baru, cara hidup baru, tujuan baru dan tanggung jawab baru. Beberapa mungkin menganggap pernikahan sebagai belenggu, kewajiban, tuntutan usia, siklus alamiah sebagai manusia. Namun buatku pernikahan adalah keajaiban.
Dari awal perkenalan aku seakan tau wanita ini akan menikah denganku. Susah dijelaskan, tapi secara naluri hal itu nyata. Sangat ajaib. Aku dan dia seakan sudah kenal begitu lama sehingga aku tidak perlu memakai ‘topeng’ lagi. Dan seperti biasa, proses pacaran hampir tidak ada romantis-romantisnya. Mengalir begitu saja, jauh dari cerita filem atau sinetron yang sering kita konsumsi. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | Leave a Comment »
Posted on November 22, 2007 by apulnababan
Loaded like a freight train
Flyin’ like an aeroplane
Speedin’ like a space brain
One more time tonight – Night Train, Guns N’ Roses
Naik kereta malam Jkt-Yogya-Jkt sungguh mengingatkanku akan pengalaman jaman kuliah dulu. Suasana yang dingin, diam dan satu lagi sulit untuk tidur seakan terulang kembali, bedanya sekarang lebih dingin karena sudah naik argo, kalau dulu kan bisanya naik kelas ekonomi atau maksimum bisnis. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Personal | Leave a Comment »